WANIPEDES

Bupati Ipuk Dorong Pramuka Jadi Garda Terdepan dalam Memerangi Bulliying di Sekolah

Ipuk Dorong Pramuka Jadi Garda Depan Anti-Bulliying di Sekolah
Ipuk Dorong Pramuka Jadi Garda Depan Anti-Bulliying di Sekolah
Banyuwangi – Semangat Praja Muda Karana, atau lebih dikenal sebagai Pramuka, kini diberikan dorongan kuat oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, untuk menjadi garda terdepan dalam mencegah perundungan atau bulliying di lingkungan sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ipuk dalam acara kegiatan orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), yang dihadiri oleh ratusan kepala sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/Aliyah se-Banyuwangi pada Rabu (22/11/2023).

"Sebagai perwujudan dari nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, Pramuka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melawan bulliying. Anak-anak Pramuka seharusnya dapat memberikan warna positif di lingkungan sekolah masing-masing," ujar Ipuk.

Ipuk menyoroti masalah bulliying yang kerap terjadi di lembaga pendidikan. Ia mengakui menerima laporan sementara dari survei cepat terhadap anak-anak Banyuwangi usia 10 - 18 tahun.

"Hasil sementara menunjukkan bahwa kasus bulliying yang dialami siswa sebagian besar terjadi di lingkungan sekolah, dan pelakunya kebanyakan adalah teman sejawat," tambah Ipuk.

Ipuk menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus perundungan yang terjadi baru-baru ini, baik di tingkat SMP maupun SD. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pendidikan di Banyuwangi untuk mencari cara mengatasi perundungan. Oleh karena itu, Ipuk mengajak semua pihak, baik pendidik maupun keluarga, untuk terus memberikan pembelajaran tentang pendidikan akhlak.

Selain itu, Ipuk juga mengangkat isu penanganan anak putus sekolah. Ia menegaskan bahwa target pemerintah adalah tidak ada anak miskin yang tidak dapat melanjutkan pendidikan di Banyuwangi.

"Penanganan masalah putus sekolah bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, melainkan tanggung jawab kita semua. Jika ada anak yang mengalami kesulitan melanjutkan sekolah, mari segera koordinasikan dengan pihak terkait dan cari solusinya bersama," ucap Ipuk.

Ipuk juga mengajak para kepala sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satu contohnya adalah dengan melibatkan guru dan siswa, baik yang aktif dalam kepramukaan maupun tidak, untuk membantu warga miskin yang sakit akibat malnutrisi atau memiliki anak stunting.

"Tengok kanan, tengok kiri. Libatkan guru dan siswa untuk memberikan bantuan melalui dana SAS atau sedekah Jumat yang bisa disisihkan dari uang jajan, agar dapat diberikan kepada siswa yang membutuhkan," tutupnya.

Sementara itu, Wakil Bupati selaku Ketua Kwarcab Banyuwangi, Sugirah, menekankan bahwa kegiatan orientasi Mabigus ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan manfaat bagi para kepala sekolah yang juga menjabat sebagai Ketua Mabigus.

"Dengan Kursus Orientasi ini, harapannya pemahaman kepala sekolah yang memiliki fungsi sebagai Mabigus akan meningkat, dan hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pembinaan Pramuka di sekolah maupun generasi muda," tambahnya. (*)

Post a Comment for "Bupati Ipuk Dorong Pramuka Jadi Garda Terdepan dalam Memerangi Bulliying di Sekolah"