WANIPEDES

Pembagian Beras 5 kg Berakhir Ricuh di Kalangan Warga Desa Sumbersewu Muncar


WANIPEDES.ID | BANYUWANGI -
Pembagian Beras 5 kg Berakhir Ricuh di Kalangan Warga Desa Sumbersewu Muncar
Pembagian Beras 5 kg Berakhir Ricuh di Kalangan Warga Desa Sumbersewu Muncar (Foto Dokumentasi Yanto)
Hal ini disayangkan oleh anggota DPRD Banyuwangi. Kronologi kejadian yaitu tepat malam Jumat tanggal 05-10-2023 telah terjadi pembagian beras dari seseorang yang berinisial JY sebanyak 20 kemasan di dusun Palurejo dan pada tanggal 07 sebanyak 50 kemasan di dusun Krajan Sumbersewu Muncar. Perlu diketahui, dusun Palurejo ini adalah perbatasan antara Desa Sumbersewu dengan Desa Tembokrejo. Sayangnya, lagi-lagi jika itu benar-benar infak shodaqoh, pertanyaannya kenapa hanya menyasar warga desa Sumbersewu saja, padahal warga desa Tembokrejo yang berdekatan dengan lokasi pembagian shodaqoh tidak dapat jatah dari pemberi infak. Terkesan tebang pilih, pasalnya banyak warga miskin yang juga dekat dari lokasi, yang notabene dari warga desa Tembokrejo juga tidak kebagian infak. Hal ini membuat kecurigaan warga karena di bulan Oktober ini akan diselenggarakan pemilihan kepala desa, tentunya hal ini menyulut reaksi dari warga lainnya.

Kejadian ini disesalkan oleh anggota DPRD Banyuwangi, Ir. Iriyanto, S.H. Menurutnya, di tahun politik ini janganlah ada gerakan yang memicu ketegangan dalam berdemokrasi karena bentuk apapun itu baik shodaqoh, infaq, atau yang lainnya harusnya mendasar, jangan sampai tebang pilih. "Saya menyayangkan hal itu, apalagi bulan sekarang ini akan terselenggara pemilihan kepala desa Sumbersewu, takutnya ada penggiringan opini yang mengarah pada salah satu calon kepala desa Sumbersewu," tegas Iriyanto, Minggu 08 Oktober 2023.

Kecemasan Iriyanto, jika benar dugaan itu terjadi, maka kita sebagai masyarakat telah dirusak dan diracuni dengan hal-hal yang kurang baik dan terkesan menyogok masyarakat dengan hanya senilai beras 5 kg. Padahal tujuan demokrasi adalah untuk menyaring calon pemimpin secara berkeadilan, dengan acuan nilai kualitas dari para calon kepala desa (Cakades).

Keprihatinan anggota DPR ini sangat kuat dan harus didukung oleh masyarakat. Maka harapan Iriyanto, kita harus dewasa dalam berpolitik mengingat money politik sangat melanggar undang-undang yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. "Jika ada calon terpilih, baik dari legislatif maupun berokrarif, jangan pernah tanyakan isi dompetnya, tapi tanyakan isi kepalanya, punya ide apa dan apa yang harus diperbuat di tengah berbagai macam keluhan masyarakat," tutup Iriyanto.

Rentetan peristiwa ini berakhir pada kekerasan fisik antar pendukung calon kepala desa hingga berbuntut pelaporan tindak pidana kekerasan oleh korban Susiyanto, warga dusun Palurejo Sumbersewu Muncar. "Nah, ini mas akhirnya, saya korbanannya, saya divisum ini. Niat saya agar masyarakat tenang di detik-detik pemilihan kepala desa ini. Dengan adanya itu, akhirnya ketegangan memanas antar pendukung kepala desa," ungkap Susiyanto saat ditemui awak media. (Yanto)

Post a Comment for "Pembagian Beras 5 kg Berakhir Ricuh di Kalangan Warga Desa Sumbersewu Muncar"