WANIPEDES

Gorengan Bakul Kopi Rebutan Tumenggung

Foto: Dokumentasi Faruq Wahyudi

Bakul kopi di Pasar Rakyat Blambangan mulai ancang-ancang menata kembali persediaan amunisi dagangannya, gula-gula obrolan manis, atau bubuk pahit pemancing rasa dari aroma air panasnya, menjadi daya tarik tersendiri pelanggannya yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari penganggur sampai Pendekar hingga Tumenggung.

Usai subuh, kompor dinyalakan sembari tali tenda dikencangkan, layar kain dipertontonkan di tengah lalu lalang makhluk kasat mata penikmat serbuan serangan fajar yang mereda.

Bakul kopi berkoar jajakan dagangannya, dengan jurus bujuk rayunya, "Monggo mampir dulu, minum kopi tombo ngantuk," suaranya mampu menambah sejuknya udara pagi. Antrean basa-basi rela menampung jumlah kursi yang terisi, meskipun tahu sisa beras bansos di rumah sudah basi. Baginya yang penting bisa ngopi.

Bakul kopi terus mengaduk-aduk kopi panas yang sudah tersedu dalam cangkir tanpa henti dari pelanggan yang silih berganti. Bakul dengan cekatan menyuguhkan kopi racikan sesuai data identitas pelanggan yang sudah difotokopi dan tersimpan di memori. Maka tak heran sang bakul hafal yang mana pecinta atau sekedar penikmat kopi. Siapa yang suka manis, siapa yang suka pahit, dengan begitu sang bakul lebih gampang memilah dan memilih selera pelanggan yang beraneka.

Tak mau kalah dengan bakul kopi sebelahnya, kompetitor lainnya mulai pasang iklan yang cukup mencengangkan. Iklannya berbunyi, "Kopi di sini beli satu dapat dua. Barangsiapa yang membawa rekan paling banyak maka gratis ngopi selama setahun, karena kopi kita asli bukan racikan pabrik."

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.24. Persaingan sengit para bakul kopi di Pasar Rakyat mulai didengar calon-calon Tumenggung. Dengan cepat para bakul kopi bergegas menggoreng singkong dengan minyak super panas nan licin, lumayan untuk camilan peluncur yang meluncur menuju kedainya. Mereka bersiap borong semua asalkan tawar menawar harga pas dibayar cash tanpa bon segera dibungkus. Dalam hati sang bakul girang sambil berkata, "Gorengan singkong dan kopi ku laku, Salahe Sopo Percoyo Aku!!!".

(Faruq Wahyudi)

Post a Comment for "Gorengan Bakul Kopi Rebutan Tumenggung"