WANIPEDES

Kelumit Cerpen Banteng dan Rajawali Baluran

Baluran

Panas!
Begitu kiranya ocehan yang pas bagi burung-burung kala berada di sabana alas Baluran di bawah terik matahari siang bolong satu titik. Suara saling bersahutan dari kenari hingga kutilang terus mengembang, bergelombang dari dalam tembolok yang menggelembung.

Suara merdu seperti tempo fajar kemarin berubah gaduh. Saling klaim paling dominan, sementara para pemikat mulai berkumpul bersiap umbar umpan saling sikut. Apapun caranya, yang penting bisa menjerat burung masuk karung untuk didengarkan suaranya. Siapa tahu laku dijual mengimbangi harga Rajawali di pasaran yang konon di atas 57 persen lebih tinggi.

Di tengah padang rumput belantara Baluran, semangat Banteng sedikit melamban melihat dahan jati rontok berguguran. Sumber mata air hampir kering, tersisa keringat dan tetesan air mata. Tatapannya menajam, tanduknya meruncing. Bersiap menggali lagi tanah merah kekuasaannya. Di balik kepala yang terluka, sang Banteng menunduk, namun bersiap menyeruduk. Tegakkan tanduk oposisi sebagai penyeimbang pijakan Rajawali.

Post a Comment for "Kelumit Cerpen Banteng dan Rajawali Baluran"