WANIPEDES

Sosok PTR (16th) Anak Putus Sekolah, Warga Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi La Lati. SH. Akan Bersurat Kepada Menteri Pendidikan RI, Menteri Sosial RI serta Bupati Banyuwangi


Sempu - Banyuwangi
Kisa pilu menimpa PTR (16th ) harus rela memendam cita-citanya dikarenakan harus putus sekolah setingkat SLTA karena tidak adanya biaya sekolah dari orang tuanya. 

Diceritakan oleh PTR bahwasanya pada tahun 2023 lalu dirinya tamat MTsS AL-Azhar-Sempu..

Lanjutnya pada penerimaan siswa baru tahun 2023 awalnya dirinya hendak melanjutkan SLTA sekolah Negeri di Banyuwangi namun karena terkendala tidak ada biaya akhirnya dengan terpaksa PTR mencari sekolah alternatif yang berbiaya murah dengan memutuskan mondok di Ponpes Darul Ulum Rejosari Grobogan Jawa Tengah dengan harapan bisa memperoleh pendidikan setingkat SLTA.. 

Berlalunya waktu ketika PTR mondok di Ponpes Darul Ulum Rejosari-Grobogan pada akhirnya PTR pun harus putus sekolah karena tidak adanya kiriman biaya dari kluarganya selama mondok. 

Menilik kisah pilu kehidupan keluarga PTR rupanya kedua orang tuanya telah bercerai pada saat PTR masih duduk dibangku kelas 3 SD dan Sejak saat itu PTR tinggal bersama ibuknya berinisial MSN tinggal di Dusun Krajan Desa Temuasri Kec. Sempu Kab Banyuwangi sedangkan ayahnya sejak bercerai dengan ibuknya tidak ada komunikasi sampai saat ini. 

Semenjak putus sekolah pada 4 bulan silam, PTR akhirnya kembali tinggal bersama ibuknya MSN yang tidak memiliki pekerjaan tetap terkadang sebagai buruh sawah. 

Menjalani hari- hari usai putus sekolah seringkali PTR merenung ingin menempuh pendidikan seperti anak-anak sebayanya namun apalah daya keterbatasan ekonomi keluarganya tidak mampu untuk melanjutkan sekolahnya yang bercita-cita menjadi guru.



Kejadian adanya anak putus sekolah berinisial PTR yang rumahnya hanya berjarak 150 meter dari Kantor Desa Temuasri kembali menorek catatan hitam kinerja Pemerintah Desa Temuasri dan endapat sorotan serius dari La Lati. SH. sebagai Ketua Komisariat Daerah Reclasseering Indonesia Kab. Banyuwangi yang juga berprofesi sebagai Pengacara mengatakan: jika dirinya akan bersurat Kepada Menteri Pendidikan RI, dan Menteri Sosial RI serta Bupati Banyuwangi tegasnya. 

Menurut La Lati. SH tidak seharusnya ada anak-anak Desa Temuasri yang putus sekolah, seperti yang dialami PTR (16 th) Pasalnya Pemerintah Pusat telah menggulirkan berbagai program Bansos untuk menanggulangi warga tidak mampu yang memiliki anak sekolah terangnya. 

Lanjut La Lati. SH. "Saya sangat prihatin terhadap kinerja pemerintah Desa Temuasri carut marut kreteria penerima Bansos yang tidak transparan dan banyaknya alokasi Bansos yang tidak tepat sasaran sehingga menimbulkan kesenjangan dalam masyarakat dan berdampak adanya korban anak putus sekolah seperti yang dialami oleh PTR yang seharusnya tidak perlu terjadi ungkapnya. 

Olehnya itu saya mendesak kepada ibu Ipuk Festiandani selaku Bupati Banyuwangi untuk segera turun langsung di Desa Temuasri melakukan pengecekan terhadap keluarga MSN sekaligus memberi solusi terhadap masa depan PTR agar bisa melanjutkan sekolah sebagaimana anak-anak bangsa yang lain jelas La Lati. SH. 

 La Lari. SH juga menuturkan bahwa dirinya bersama Anggota daripada Forum Banyu Bening pernah mengajak langsung Ketua RT bernama Pak Rokhim serta mengajak Kaur Kesra Desa Temuasri bernama Pak Deni mengecek keluarga ibu MSN terkuak fakta bahwa Ketua RT Pak Rokhim sebenarnya sudah berkali-kali mengajukan keluarga MSN sebagai penerima Bansos namun tidak diloloskan oleh pemerintah Desa Temuasri padahal MSN berstatus janda sejak 7 tahun silam dan tidak memiliki pekerjaan tetap terangnya. 

Sementara itu MSN saat ditemui awak media di rumahnya membenarkan bahwa keluarganya sudah berkali-kali didata dan di akukan oleh ketua RT untuk mendapatkan Bansos namun sampai saat ini tidak kunjung terima Bansos apapun terang MSN
"Saya kepingin juga dapat Bansos seperti warga yang lain, saya ini janda tidak ada kerjaan tetap, saya berharap Anak saya bisa lanjut bersekolah lagi dan mendapat bantuan pemerintah seperti warga lain harapnya.

Dari pantauan awak media dilapangan setelah mendapat protes dari La Lati. SH bersama dengan Forum Banyu Bening yang merupakan Rumah Aspirasi Masyarakat Desa Temuasri tiba-tiba keluarga MSN mendapat Undangan bantuan beras dari Desa Temuasri dengan model undangan yang sangat janggal turut menjadi sorotan dari Cak Ruli sebagai Ketua Forum Banyu Bening mengatakan: Peristiwa adanya anak putus sekolah di Desa Temuasri harus di selidiki kenapa keluarga MSN yang merupakan janda selama ini tidak mendapatkan Bansos seperti yang lai sedangkan banyak program bantuan pemerintah khusus
kepada keluarga janda/duda maupun anak sekolah tegas Ruli.


Pewarta : Boby & Putri

Post a Comment for "Sosok PTR (16th) Anak Putus Sekolah, Warga Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi La Lati. SH. Akan Bersurat Kepada Menteri Pendidikan RI, Menteri Sosial RI serta Bupati Banyuwangi"