WANIPEDES

Ziarah Kebangsaan ke Makam Soeharto Presiden RI ke-2. KH. Fatulloh Suyuti Thoha: Tiga Kali Singgah Di Kompleks Astana Giribangun Solo


BANYUWANGI - WANIPEDES.ID
Menguak Sejarah Makam presiden Republik Indonesia ke dua, sebelumnya merupakan bukit yang berada di kaki gunung lawu setelah itu dibangun menjadi kompleks permakaman Astana Giribangun yang diresmikan tahun 1976, dengan  luas delapan hektar, bangunannya mengadopsi bentuk joglo ala Surakarta.

Presiden kedua RI Soeharto atau Pak Harto meninggal dunia yang 
dimakamkan di Astana Giribangun Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi tempat peristirahatan terakhir presiden soeharto dan istrinya, Siti Hartinah atau lebih dikenal dengan Ibu Tien Soeharto.

Soeharto Wafat pada 28 Januari 2008, Tepat 15 tahun yang lalu dikebumikan disamping makamnya Ibu Tien yang lebih dulu berpulang pada 28 April 1996.
Pengasuh pondok pesantren mansya'ul Huda desa kedungwungu kecamatan tegaldlimo banyuwangi" KH. Fatulloh Suyuti Thoha  bersama rombongan dari Surabaya melakukan Ziarah Kebangsaan ke makam Presiden RI ke-2. Ziarah itu dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci romandhon dan Ziarah kebangsaan. 
jum'at (08/03/2024) 

Dalam kesempatan itu, KH. Suyuti Thoha menceritakan bahwa presiden Soeharto punya jasa besar kepada bangsa Indonesia dan mengenang jasa kebaikan presiden soeharto sebagai Bapak Pembangunan bangsa, Perlu kami sampaikan bahwa kami bersama rombongan dari Surabaya berziarah ke makamnya Presiden RI ke-2 yang ada kaitannya dengan menyambut datangnya bulan suci romandhon dan mengenang jasa kebaikan beliau untuk memperjuangkan bangsa dan negara selama 32 tahun semasa menjabat sebagai presiden RI ke-2. Ucap kyai Suyuti Thoha pada Jum'at, 08/03/2024.

Menurut kami, pak Harto ini salah satu jendral besar yang sukses membawa bangsa indonesia dari sinar kegelapan menuju sinar terang pada tahun 1965 dan pada tahun 1984 setelah acara Muktamar NU Situbondo, pak Harto berhasil menyatukan asas tunggal dengan tujuan memperkokoh Pancasila, 
hal ini masih ada kaitannya muktamar NU Situbondo yang sudah dikaji oleh 40 para kyai besar dibawah pimpinan kyai As'ad Asembagus seorang tokoh besar ulama NU menanyakan kepada pak Harto, kedepannya Indonesia ini akan dibawa kemana" 
Pak Harto menjawab, Indonesia akan kami bawa kulhuallah huahad" yang artinya Indonesia ini akan di bawa ke tauhid kepada Allah sesuai dengan asas pancasila sila ke-satu. 

Lanjud kyai Suyuti Thoha menambahkan Selama tiga kali ini kami singgah di Astana giribangun, Mas'allah... alangkah indahnya kalau di sekitar lingkungan ini didirikan bangunan pondok pesantren karena semasa hidupnya pak Harto sudah mendirikan banyak bangunan yayasan keagamaan sampai mendirikan 999 masjid dan sekarang sudah mencapai 1000 masjid yang terbangun, itu semua di lakukan oleh pak Harto seorang jendral besar  dengan niat yang ikhlas demi bangsa dan negara.

Semoga ziarah di makam pak Harto jelang bulan suci romandhon ini ada manfaatnya untuk diri kami pribadi dan juga bermanfaat bagi bangsa dan negara atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Penanggung jawab kompleks Astana Giribangun Solo yang biasa disebut juru kunci makam " H. Sukirno, S.H di tempat yang sama menyampaikan ucapan terimakasih kepada kyai Suyuti Thoha bersama rombongannya yang sudah mendoakan kepada ahli kubur dengan melakukan ziarah di makamnya pak jendral besar Soeharto dan makamnya pahlawan nasional yaitu almarhumah ibu Tien Soeharto.

Semoga doa ziarah untuk ahli kubur dari kyai Suyuti Thoha bisa di terima oleh Allah SWT supaya dosa-dosanya almarhum pak Harto dan almarhumah ibu Tien Soeharto dihapus serta diampuni dan segala amal ibadah kebaikan, amal ibadah perjuangannya diterima oleh Tuhan YME sehingga mendapatkan tempat yang terbaik yaitu di surga Jainatunnaim. Pungkas H. Sukirno, S.H selaku Kepala harian.

Kedatangan KH. Suyuti Thoha bersama rombongan langsung disambut baik oleh semua pengurus Makam Astana Giribangun.
(Red) 

Post a Comment for "Ziarah Kebangsaan ke Makam Soeharto Presiden RI ke-2. KH. Fatulloh Suyuti Thoha: Tiga Kali Singgah Di Kompleks Astana Giribangun Solo "