WANIPEDES

Wakil Bupati Banyuwangi Apresiasi Penanaman 2000 Pohon Mangrove oleh Polresta Banyuwangi

Wakil Bupati Banyuwangi Apresiasi Penanaman 2000 Pohon Mangrove oleh Polresta Banyuwangi

Banyuwangi - Gerakan penanaman pohon mangrove yang dilaksanakan oleh Polresta Banyuwangi mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan penanaman 10 juta pohon yang dicanangkan oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, sekaligus menjadi peringatan HUT ke-73 Polairud dan Korps Brimob ke-78.

Pada Kamis (30/11/2023), sebanyak 2000 pohon mangrove ditanam oleh jajaran Polresta Banyuwangi di kawasan Pantai Cemara, Kecamatan Banyuwangi. Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Deddy Foury Millewa, memimpin langsung kegiatan ini yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah.

Sugirah menyambut baik inisiatif penanaman pohon mangrove ini dan menyatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan program lingkungan yang terus diperjuangkan di Banyuwangi. Ia berharap bahwa aksi yang dilakukan oleh jajaran Polri dapat mendorong kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

"Gerakan ini sejalan dengan program lingkungan yang terus kita gencarkan dengan melibatkan banyak pihak di Banyuwangi. Kami berharap apa yang dilakukan jajaran Polri kali ini bisa menumbuhkan kesadaran warga untuk lebih peduli kepada lingkungan,” kata Sugirah.

Lebih lanjut, Sugirah menjelaskan bahwa penanaman mangrove di kawasan pantai memiliki dampak positif dalam mitigasi perubahan iklim. Mangrove dapat membantu mengurangi energi gelombang pasang, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, serta memperbaiki lingkungan pesisir dan habitat pantai.

“Gerakan tanam pohon ini menunjukkan keseriusan kita menjaga lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan. Terima kasih kepada semua pihak, termasuk jajaran Polri, yang terus bersinergi menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Sugirah. (*)

Post a Comment for "Wakil Bupati Banyuwangi Apresiasi Penanaman 2000 Pohon Mangrove oleh Polresta Banyuwangi"